Bangunan ini menggunakan emoji yang terbuat dari beton sebagai gargoyle modern Arsitek yang bertanggung jawab mengatakan itu lebih baik daripada menggunakan "kepala raja atau apa pun" Emoji dipilih karena mereka ekspresif dan mudah dikenali Emoji akan menjadi beberapa ikon yang paling dikenal di abad ke-21, kata arsitek Changiz Tehrani, itulah sebabnya ia memutuskan untuk melemparkan 22 di antaranya dalam beton dan menggunakannya sebagai hiasan untuk sebuah bangunan di kota Amersfoort di Belanda. "Dalam arsitektur klasik mereka menggunakan kepala raja atau apa pun, dan mereka meletakkannya di bagian depan," kata Tehrani kepada The Verge. "Jadi kami berpikir, apa yang bisa kami gunakan sebagai ornamen sehingga ketika Anda melihat bangunan ini dalam 10 atau 20 tahun Anda bisa mengatakan‘ hei ini dari tahun itu! '"Jawabannya jelas: emoji. Ada 22 emoji total, semuanya dicetak dalam beton. Mereka hanya muncul di satu sisi gedung di Vathorst, Amersfoort. Bangunan rumah toko di lantai bawah, dan flat di lantai atas. Efek akhirnya sebenarnya cukup halus. Bangunan ini dibangun di sekitar garis-garis grid, dengan pilar-pilar batu bata, balok beton putih, dan lingkaran dekoratif di persimpangan. Emoji hanya muncul di satu sisi bangunan, yang menghadap ke alun-alun kota yang dibangun sekitar pohon ek berusia 150 tahun. Bangunan itu sendiri adalah bangunan serba guna, dengan toko-toko di lantai dasar dan flat di atas; sedangkan bagian lain dari alun-alun adalah rumah bagi perpustakaan, teater, dan sekolah - alasan lain untuk menggunakan emoji. "EMOJI ADALAH HAL SEKARANG." "Ada semua orang muda di sana, dan emoji adalah sesuatu dari sekarang," kata Tehrani, yang bekerja untuk perusahaan Belanda Attika Architekten. “Para siswa duduk di alun-alun dan makan siang dan mereka berfoto. Mereka menyukainya. Dan dengan arsitektur kami, kami selalu ingin memasukkan detail kecil yang membuat proyek sedikit lebih daripada bangunan yang membosankan. ”
Desain untuk setiap emoji diambil dari templat yang digunakan oleh WhatsApp, dan dikonversi oleh Attika menjadi model 3D. Ini kemudian dikirim ke perusahaan bangunan yang terlibat dalam proyek, yang membuat cetakan untuk emoji dan melemparkannya ke dalam beton. Hanya wajah yang dipilih karena mereka adalah emoji yang paling ekspresif dan dapat dikenali. Arsitek Changiz Tehrani berpose dengan salah satu emoji beton. Konstruksi bangunan selesai pada 2015, tetapi pekerjaan komersial baru dimulai musim panas lalu, dengan foto-foto resmi diterbitkan bulan lalu. Reaksi itu seragam positif, kata Tehrani, meskipun dia mengakui dia tidak pernah bertanya kepada warga yang lebih tua dari Amersfoort apa pendapat mereka tentang pembangunan. "Saya tidak tahu apakah orang tua mengenali emoji," katanya. "Tetapi jika Anda memiliki smartphone, Anda akan melihatnya." Para kritikus mungkin mengatakan bahwa menggunakan emoji dalam arsitektur adalah tipuan yang akan segera menunjukkan usianya, tetapi Tehrani mengatakan bahwa justru itulah mengapa proyek ini menarik. "Jika Anda melihat sejarah, orang selalu berpikir 'Oh ini abadi,' atau 'Ini akan tetap selamanya,' dan mereka selalu salah." Lebih baik, katanya, untuk menerima bahwa membidik keabadian arsitektur adalah mustahil, dan memiliki asyik merangkul apa yang benar-benar kontemporer. “Ini seperti dengan Facebook. Dulu Facebook keren dan sekarang hanya untuk orang tua. Jadi mungkin kita tidak akan menggunakan emoji dalam 10 tahun - tidak apa-apa. Itu masih dari zaman kita. " Para siswa dari sekolah terdekat secara teratur memotret emoji, kata Tehrani. Bangunan itu membentuk satu sisi persegi yang dibangun di sekitar pohon ek berusia 150 tahun.
DEPOK - DPRD Kota Depok mengingatkan agar pemerintah daerah bertindak tegas terhadap keberadaan bangunan tak berizin yang berpotensi merugikan pemerintah daerah.

Ketua DPRD Kota Depok Hendrik Tangke Allo mengatakan, Pemkot Depok sering kecolongan. Banyak bangunan tak berizin.
"Bangunan tak berizin di Depok bukan sembarang bangunan, mulai dari apartemen mewah Margo Residence hingga kampus Gunadarma," ujarnya saat ditemui usai menghadiri rapat paripurna, Senin (21/11/2016).

Dikatakan, bangunan Margo Residence masih dipertanyakan kelayakannya, terutama akses masuk mobil pemadam kebakaran yang belum memadai. Dia khawatir, sulitnya mobil pemadam masuk, akan menyulitkan apabila terjadi kebakaran.

Adapun, bangunan kampus Gunadarma yang pekan lalu roboh, sambung dia, merupakan kecerobohan pemkot dan jajaran yang tidak bisa mengawal jalannya perizinan.

Hendrik memaparkan, pihaknya telah menerima informasi bahwa bangunan kampus Gunadarma yang roboh sudah diberi surat peringatan ketiga (SP3), sehingga seharusnya Pemkot Depok membongkar bangunan tersebut.

"Kan sudah jelas, kalau SP3 harusnya dibongkar, malah dibiarkan saja. Jangan-jangan ada permainan antara Pemkot dengan Gunadarma," paparnya.

Catatan Bisnis, bukan sekali-dua, masalah bangunan liar di Depok berdiri. Pada Oktober lalu, DPRD Depok menyegel tower microcell ilegal yang diduga tidak berizin.
Komitmen

Menurut Hendrik, jika Pemkot Depok komitmen terhadap pembangunan dan mengincar pendapatan asli daerah (PAD) dari investasi yang masuk, maka persoalan perizinan harus segera dibenahi.
"Ini bagaimana mau dapat PAD kalau praktik bangunan liar masih marak," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kota Depok Wijayanto membenarkan pihaknya telah memberikan SP3 kepada kampus Gunadarma karena pembangunan gedung parkir yang roboh tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).
Namun, dirinya menampik telah kecolongan berdirinya banyak bangunan liar termasuk gedung kampus Gunadarma yang hendak dijadikan lahan parkir tersebut.

"Setelah kami berikan SP3 kepada Gunadarma, kami serahkan wewenang tindakan selanjutnya kepada Satpol PP Depok," katanya.

Wali Kota Depok Muhammad Idris menuding ada pihak yang membekingi dari kalangan organisasi masyarakat dalam pembangunan gedung kampus Gunadarma, sehingga pihak kampus tidak perlu mengurus perizinan.

Dia mengakui, pengawasan dan pengendalian bangunan di Depok belum maksimal yang berdampak terhadap banyaknya oknum yang membiarkan bangunan ilegal berdiri di Depok.

"Tim pengawasan dan pengendalian di Depok ini hanya delapan orang sehingga kinerjanya belum sesuai harapan," ujarnya.

AZIZAH THERY
3TB05
21316272

Sungai Sumida (隅田川 Sumidagawa) adalah sungai yang mengalir di Tokyo, Jepang. Sungai ini berasal dari percabangan Sungai Arakawa di Kita, Tokyo (Pintu Air Iwabuchi), dan bersatu dengan Sungai Shingashi yang mengalir di Prefektur Saitama. Sungai Sumida bersama anak-anak sungai yang disebut Sungai Shingashi, Sungai Shakujii, Sungai Kanda, dan Sungai Nihonbashi bermuara di Teluk Tokyo. Festival Kembang Api Sumidagawa adalah acara tahunan yang diselenggarakan di tepian Sungai Sumida. Sungai ini mengalir melewati 7 distrik di Tokyo.
Sungai Sumida dulunya merupakan bagian hilir Sungai Arakawa. Pada zaman Edo, bagian sungai di Asakusa disebut orang dengan nama Sungai Asakusa atau Sungai Sumida. Bagian hulunya disebut Sungai Arakawa atau Sungai Miyako. Pada tahun 1910, kanal drainase Sungai Arakawa dibangun untuk mencegah banjir. Setelah itu pada tahun 1965, kanal drainase Sungai Arakawa hanya disebut sebagai Sungai Arakawa, bagian hilir sungai dari Pintu Air Iwabuchi hingga ke muara di Teluk Tokyo secara resmi disebut Sungai Sumida.
Dibagian kanan dan kiri sungai terdapat lahan kosong yang dijadikan taman kota. Lahan tersebut sempat menjadi blok perumahan namun telah hancur akibat gempa. Disebut juga sebagai taman Sumida.
Di Taman Sumida yang terletak di sepanjang Sungai Sumida, selain bisa menikmati keindahan bunga-bunga sesuai musim seperti sakura, bunga buah plum, bunga panca warna, dll., kita juga bisa melihat menara tertinggi di dunia Skytree serta pertunjukan kembang api pada musim panas yang didatangi sekitar 900.000 pengunjung. 
Pada zaman Edo (sekitar tahun 1700), Shogun ke-8, Tokugawa Yoshimune mulai menanam pohon sakura, dan sekarang deretan pohon sakura bisa kita nikmati di kedua sisi sungai sepanjang 1 kilometer. Tepian sungai yang dipenuhi dengan sekitar 640 batang pohon sakura tersebut, dipilih sebagai salah satu dari seratus lokasi untuk menikmati keindahan sakura dan terkenal di Tokyo sebagai tempat yang terkenal untuk melihat sakura. Dekat dari Sensouji dan Tokyo Skytree, kita bisa berkeliling sambil menikmati tempat-tempat wisata. Setelah matahari terbenam, juga bisa menikmati keindahan sakura di malam hari yang dihiasi dengan lampu.
Selain itu, pada musim sakura, banyak toko-toko terbuka, sehingga kita bisa menikmati keindahan sakura sambil berjalan dan menikmati rasa makanan.