Ilmu
Budaya Dasar adalah salah satu Mata Kuliah Umum Dasar yang ada di Universitas
Gunadarma yang bertujuan menghasilkan warga negara
sarjana yang berjiwa pancasila, takwa kepada Tuhan yang maha esa, memiliki
wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan mampu berperan
dalam pelestarian budaya. Serta memiliki wawasan komperehensif untuk menyikapi permaslahan
kehidupan dalam segala aspek.
secara
sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan
pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan
untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
dalam
menentukan ruang lingkup kajian Ilmu Budaya dasar terdapat dua masalah pokok,
antara lain :
1.
berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya meruapakan ungkapan
kemnuasiaan dan dapat didekati dengan
menggunakan pengetahuan budaya, baik dari segi masing-masing keahlian (
disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secaara gabungan berbagai disiplin
dalam pengetahuan budaya
2.
hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang
beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
MANUSIA
DAN KEBUDAYAAN
A.
Manusia
Manusia
dialam dunia ini memegang peranan yang
unik dan dapat dipandang dari banyak segi serta mempunyai banyak kepentingan.
Ada
dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaslan tentang
unsur-unsur yang membangun manusia :
1.
Manusia terdiri dari 4 unsur yang saling
terkait satu sama lain
1) Jasad,
Jasad merupakan bagian manusia yang terlihat dan nyata. Jasad merupakan materi
bagi manusia dalam kehidupannya.
2) Hayat,
Hayat merupakan kehidupan manusia. Hayat manusia dimulai setelah di tiupkannya
nyawa manusia kedalam jasadnya sampai di cabut kembali nyawanya dari jasadnya.
3) Ruh, Ruh
manusia bersifat kekal, yang berarti ruh ini tidak akan hilang / mati setelah
kehidupan manusia itu berakhir.
4) Nafs,
Nafs merupakan dorongan hati pada setiap manusia untuk berbuat sesuatu yang
tidak baik.
2.
Manusia sebagai kepribadian mengandung 3 unsur
1) Id. Id
merupakan sumber segala energi psikis manusia yang dibawa sejak lahir,
contohnya adalah peningkatan rasa lapar atau haus harus menghasilkan upaya
segera untuk makan atau minum.
2) Ego. Ego
bekerja berdasarkan prinsip realitas, yang berusaha untuk memuaskan keinginan
id dengan cara-cara yang realistis dan sosial yang sesuai
3) Superego.
Superego adalah aspek kepribadian yang menampung semua standar internalisasi
moral dan cita-cita yang kita peroleh dari kedua orang tua dan masyarakat –
kami rasa benar dan salah. Superego memberikan pedoman untuk membuat penilaian
Manusia
dalam kehidupannya berhakikat sebagai makhluk ciptaan Tuhan YME yang terdiri
dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh, dan juga manusia merupakan
makhluk ciptaan Tuhan yang memang dirancang untuk menjadi makhluk yang paling
sempurna dibandingkan dengan makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya, karena manusia
memiliki berbagai keistimewaan dan keunikan yang membedakannya dengan makhluk
lain. Keunikan manusia ialah salah satunya manusia memiliki akal atau rasio,
dimana akal mendorong manusia untuk memenuhi keingintahuannya dengan berpikir
dengan kadar intelektual masing-masing. Manusia juga memiliki kehendak yang
menjadikan kita dapat berfikir untuk melakukan sesuatu dan mengambil tindakan
juga menentukan pilihan dan menjadikan setiap manusia juga berbeda dengan
manusia lain yang disebabkan perbedaan kadar dan jenis akal dan kehendak mereka
masing-masing. Selain itu juga manusia memiliki perasaan, yaitu perasaan
inderawi yang mencakup indera pada tubuh jasmani seperti kemampuan untuk
merasakan hal di sekitar dengan panca indera manusia, juga perasaan rohani yang
mencakup beberapa aspek seperti, perasaan intelektual yaitu perasaan manusia
untuk berfikir, perasaan estetis yaitu perasaan untuk merasakan keindahan,
perasaan etis yaitu perasaan yang mencakup norma dan kesopanan antar manusia,
perasan diri yaitu perasaan untuk merasakan dan menghargai diri sendiri,
perasaan sosial untuk merasakan kehidupan yang saling bergantung dengan
kehidupan orang lain, dan yang terakhir perasaan religius yaitu untuk merasakan
dan yang paling erat hubungannya dengan spiritual dan Tuhan YME.
B.
Kebudayaan
kebudayaan
berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. dalam bahasa latin,
kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah. jadi, secara umum kebudayaan dapat
diartikan sebagai salah sesuatu yang dihasilkan oleh akal budo (pikiran) manusa
dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya, atau dapat pula
diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya
didalam lingkungannya.
Menurut E.B Tylor kebudayaan adalah kompleks
yg mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan
kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yg didapatkan oleh manusia sbg anggota
masyarakat. Sedangkan menurut ahli Selo Sumarjan & Soelaman Soemardi
merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
kebudayaan
setiap bangsa atau masyarakat terdiri dari unsur-unsur besar maupun unsur-unsur
kecil yang merupakan bagian dari suatu kebulatan yang bersifat sebagai
kesatuan.
menurut
c.kluckhohm ada tujuh kebudayaan
universal, yaitu :
1.
sistem reiligi
2.
sistem organisasi kemasyarkatan
3.
sistem pengetahuan
4.
sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi
5.
sistem teknologi dan peralatan
6.
bahasa
7.
kesenian.
menurut
dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud, yaitu :
1.
komplek gagasan, konsep dan pikiran manusia
merupakan
wujud yang bersifat abstrak, tidak dapat dilihat dan berpusat pada
kepala-kepala manusa yang menganutnya atau dengan perkataan lain dalam alam
pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan bersangkutan hidup.
2.
kompleks aktivitas
berupa
aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret dapat diamati
atau diobservasi.
3.
wujud sebagai benda
aktivitas
manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan
sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya.
tidak
ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak.
terjadinya gerak/ perubaham ini disebabkan oleh beberapa hal :
1.
sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan
sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk
2.
sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka
hidup.
C.
MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
dalam
dunia sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya
bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan.
manusia menciptakan kebudayaan dan setelah kebudayaan itu tercipta maka
kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengan arahnya.
MANUSIA
DAN CINTA KASIH
Cinta
adalah rasa sangsat suka atau rasa sayang ataupun rasa sangat kasih atau sangat
tertarik hatinya, sedangkan kasih adalah perasaan sayang atau cinta kepada atau
menaruh belas kasih. dengan demikain cinta dan kasih memiliki makna sebagai
perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas
kasih. Cinta memiliki tiga unsur, yang pertama adalah Intimacy
(keintiman) yaitu rasa kasih sayang, saling mendukung, berbagi, dan
berkomunikasi dalam sebuah hubungan. Kedua adalah Passion (kemesraan)
yaitu gairah atau hasrat terhadap hal-hal fisik pada tingkat tinggi dalam
sebuah hubungan, khususnya yang berhubungan dengan seksual. Dan yang terakhir
adalah Commitment (keterikatan) yaitu sebuah keputusan untuk setia dan
tetap bersama seseorang. Mengacu pada definisi-definisi di atas, kita bisa
mengambil kesimpulan bahwa cinta akan tercipta ketika kita mampu
mengelaborasikan rasa nyaman ketika berdekatan dengan seseoran, hasrat yang
terpendam terhadap hal-hal yang berbau fisik, dan membangun komitmen kuat.
Consummate Love digambarkan
sebagai segitiga yang telah terisi secara penuh oleh unsur-unsur pembangun
cinta yaitu, intimacy, passion & commitment dan memiliki porsi yang
sama besar dalam membangun makna cinta kepada pasangan yang sebenarnya. Rommantic
Love atau cinta yang romantis hanya diisi oleh intimacy & passion
tanpa adanya commitment contohnya seperti cinta anak-anak remaja zaman
sekarang yang hanya mementingkan unsur kedekatan dan rasa suka secara fisik. Fatuous
Love atau cinta yang bodoh hanya diisi oleh passion &
commitment karena cinta seperti ini dibodohi pasangan pada satu sisi dan
hanya dibuat dekat dan intim tanpa kemesraan yang berarti. Empty Love, model
cinta seperti ini hanya memiliki unsur commitment contohnya
seperti hubungan Long Distance Relationship dimana kedua pasangan hanya
mengandalkan kepercayaan tanpa ada kemesraan dan ketertarikan fisik karena
tidak bertemu secara langsung. Infatuation Love, tipe ini menggambarkan
cinta yang hanya mengandalkan nafsu belaka dan tanpa komitmen dan kedekatan
yang berarti, iya, hanya nafsu.
Menurut ajaran agama, cinta juga
terdiri dari beberapa jenis, seperti cinta diri dimana manusia mencintai
dirinya dan bersifat percaya diri, cinta kepada sesama manusia yang
menggambarkan cinta dan kepedulian terhadap individu lainnya, cinta seksual
yang menjelaskan cinta secara fisik dan kedekatan intim secara seksual, cinta
kebapakan yang menunjukan cinta dan kasih seorang ayah kepada anaknya, cinta
kepada Allah dimana manusia menunjukan cintanya kepada sang pencipta, dan cinta
kepada Rasul yang menggambarkan manusia mencintai dan menghormati manusia yang
telah diutus oleh Allah secara langsung.
Sedangkan kasih sayang merupakan
perasaan sayang, perasaan cinta atau persaan suka terhadap seseorang, juga
merupakan dasar dari komunikasi dan pondasi komunikasi hubungan darah
berkeluarga. Kasih sayang orang tua dan anak juga memiliki beberapa tipe dimana
ditinjau dari ke-aktif atau pasifnya hubungan orang tua dan anaknya.
Aktif-pasif menunjukan orang tua yang peduli terhadap anaknya namun si anak
bersikap pasif dan tidak ada timbal balik ke orang tuanya, pasif-aktif adalah
dimana orang tua tidak mengurus anaknya secara utuh tetapi sang anak sangat
memperdulikan orang tuanya dengan rasa kasih sayang, yang terburuk adalah tipe
pasif-pasif dimana antara orang tua dan anak sama-sama seperti tidak ada
hubungan dan tidak peduli tanpa kasih sayang, dan yang terbaik adalah hubungan
aktif-aktif yang menunjukan kasih sayang bertimbal balik antara orang tua
kepada anaknya yang menjadikan dasar dari keharmonisan keluarga yang kuat.


0 comments:
Post a Comment