Ilmu Budaya Dasar

by 5:31 AM 0 comments


Ilmu Budaya Dasar adalah salah satu Mata Kuliah Umum Dasar yang ada di Universitas Gunadarma yang bertujuan menghasilkan warga negara sarjana yang berjiwa pancasila, takwa kepada Tuhan yang maha esa, memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan mampu berperan dalam pelestarian budaya. Serta memiliki wawasan komperehensif untuk menyikapi permaslahan kehidupan dalam segala aspek.


secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

dalam menentukan ruang lingkup kajian Ilmu Budaya dasar terdapat dua masalah pokok, antara lain :
1.                  berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya meruapakan ungkapan kemnuasiaan dan dapat didekati dengan  menggunakan pengetahuan budaya, baik dari segi masing-masing keahlian ( disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secaara gabungan berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya
2.                  hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.



MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
A. Manusia
Manusia dialam dunia  ini memegang peranan yang unik dan dapat dipandang dari banyak segi serta mempunyai banyak kepentingan.
Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaslan tentang unsur-unsur yang membangun manusia :
1. Manusia terdiri dari 4 unsur yang saling  terkait satu sama lain
1)      Jasad, Jasad merupakan bagian manusia yang terlihat dan nyata. Jasad merupakan materi bagi manusia dalam kehidupannya.
2)      Hayat, Hayat merupakan kehidupan manusia. Hayat manusia dimulai setelah di tiupkannya nyawa manusia kedalam jasadnya sampai di cabut kembali nyawanya dari jasadnya.
3)      Ruh, Ruh manusia bersifat kekal, yang berarti ruh ini tidak akan hilang / mati setelah kehidupan manusia itu berakhir.
4)      Nafs, Nafs merupakan dorongan hati pada setiap manusia untuk berbuat sesuatu yang tidak baik.

2. Manusia sebagai kepribadian mengandung 3 unsur
1)      Id. Id merupakan sumber segala energi psikis manusia yang dibawa sejak lahir, contohnya adalah peningkatan rasa lapar atau haus harus menghasilkan upaya segera untuk makan atau minum.
2)      Ego. Ego bekerja berdasarkan prinsip realitas, yang berusaha untuk memuaskan keinginan id dengan cara-cara yang realistis dan sosial yang sesuai
3)      Superego. Superego adalah aspek kepribadian yang menampung semua standar internalisasi moral dan cita-cita yang kita peroleh dari kedua orang tua dan masyarakat – kami rasa benar dan salah. Superego memberikan pedoman untuk membuat penilaian

Manusia dalam kehidupannya berhakikat sebagai makhluk ciptaan Tuhan YME yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh, dan juga manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang memang dirancang untuk menjadi makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya, karena manusia memiliki berbagai keistimewaan dan keunikan yang membedakannya dengan makhluk lain. Keunikan manusia ialah salah satunya manusia memiliki akal atau rasio, dimana akal mendorong manusia untuk memenuhi keingintahuannya dengan berpikir dengan kadar intelektual masing-masing. Manusia juga memiliki kehendak yang menjadikan kita dapat berfikir untuk melakukan sesuatu dan mengambil tindakan juga menentukan pilihan dan menjadikan setiap manusia juga berbeda dengan manusia lain yang disebabkan perbedaan kadar dan jenis akal dan kehendak mereka masing-masing. Selain itu juga manusia memiliki perasaan, yaitu perasaan inderawi yang mencakup indera pada tubuh jasmani seperti kemampuan untuk merasakan hal di sekitar dengan panca indera manusia, juga perasaan rohani yang mencakup beberapa aspek seperti, perasaan intelektual yaitu perasaan manusia untuk berfikir, perasaan estetis yaitu perasaan untuk merasakan keindahan, perasaan etis yaitu perasaan yang mencakup norma dan kesopanan antar manusia, perasan diri yaitu perasaan untuk merasakan dan menghargai diri sendiri, perasaan sosial untuk merasakan kehidupan yang saling bergantung dengan kehidupan orang lain, dan yang terakhir perasaan religius yaitu untuk merasakan dan yang paling erat hubungannya dengan spiritual dan Tuhan YME.

B. Kebudayaan
kebudayaan berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah  tanah. jadi, secara umum kebudayaan dapat diartikan sebagai salah sesuatu yang dihasilkan oleh akal budo (pikiran) manusa dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya, atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya didalam lingkungannya.

 Menurut E.B Tylor kebudayaan adalah kompleks yg mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yg didapatkan oleh manusia sbg anggota masyarakat. Sedangkan menurut ahli Selo Sumarjan & Soelaman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.

kebudayaan setiap bangsa atau masyarakat terdiri dari unsur-unsur besar maupun unsur-unsur kecil yang merupakan bagian dari suatu kebulatan yang bersifat sebagai kesatuan.
menurut c.kluckhohm ada  tujuh kebudayaan universal, yaitu :
1.                  sistem reiligi
2.                  sistem organisasi kemasyarkatan
3.                  sistem pengetahuan
4.                  sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi
5.                  sistem teknologi dan peralatan
6.                  bahasa
7.                  kesenian.

menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud, yaitu  :
1.                  komplek gagasan, konsep dan pikiran manusia
merupakan wujud yang bersifat abstrak, tidak dapat dilihat dan berpusat pada kepala-kepala manusa yang menganutnya atau dengan perkataan lain dalam alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan bersangkutan hidup.
2.                  kompleks aktivitas
berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret dapat diamati atau diobservasi.
3.                  wujud sebagai benda
aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya.

tidak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak. terjadinya gerak/ perubaham ini disebabkan oleh beberapa hal :
1.                  sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk
2.                  sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup.

C. MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
dalam dunia sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. manusia menciptakan kebudayaan dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengan arahnya.


MANUSIA DAN CINTA KASIH
Cinta adalah rasa sangsat suka atau rasa sayang ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya, sedangkan kasih adalah perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasih. dengan demikain cinta dan kasih memiliki makna sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasih. Cinta memiliki tiga unsur, yang pertama adalah Intimacy (keintiman) yaitu rasa kasih sayang, saling mendukung, berbagi, dan berkomunikasi dalam sebuah hubungan. Kedua adalah Passion (kemesraan) yaitu gairah atau hasrat terhadap hal-hal fisik pada tingkat tinggi dalam sebuah hubungan, khususnya yang berhubungan dengan seksual. Dan yang terakhir adalah Commitment (keterikatan) yaitu sebuah keputusan untuk setia dan tetap bersama seseorang. Mengacu pada definisi-definisi di atas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa cinta akan tercipta ketika kita mampu mengelaborasikan rasa nyaman ketika berdekatan dengan seseoran, hasrat yang terpendam terhadap hal-hal yang berbau fisik, dan membangun komitmen kuat.
            Consummate Love digambarkan sebagai segitiga yang telah terisi secara penuh oleh unsur-unsur pembangun cinta yaitu, intimacy, passion & commitment dan memiliki porsi yang sama besar dalam membangun makna cinta kepada pasangan yang sebenarnya. Rommantic Love atau cinta yang romantis hanya diisi oleh intimacy & passion tanpa adanya commitment contohnya seperti cinta anak-anak remaja zaman sekarang yang hanya mementingkan unsur kedekatan dan rasa suka secara fisik. Fatuous Love atau cinta yang bodoh hanya diisi oleh  passion & commitment karena cinta seperti ini dibodohi pasangan pada satu sisi dan hanya dibuat dekat dan intim tanpa kemesraan yang berarti. Empty Love, model cinta seperti ini hanya memiliki unsur  commitment contohnya seperti hubungan Long Distance Relationship dimana kedua pasangan hanya mengandalkan kepercayaan tanpa ada kemesraan dan ketertarikan fisik karena tidak bertemu secara langsung. Infatuation Love, tipe ini menggambarkan cinta yang hanya mengandalkan nafsu belaka dan tanpa komitmen dan kedekatan yang berarti, iya, hanya nafsu.
            Menurut ajaran agama, cinta juga terdiri dari beberapa jenis, seperti cinta diri dimana manusia mencintai dirinya dan bersifat percaya diri, cinta kepada sesama manusia yang menggambarkan cinta dan kepedulian terhadap individu lainnya, cinta seksual yang menjelaskan cinta secara fisik dan kedekatan intim secara seksual, cinta kebapakan yang menunjukan cinta dan kasih seorang ayah kepada anaknya, cinta kepada Allah dimana manusia menunjukan cintanya kepada sang pencipta, dan cinta kepada Rasul yang menggambarkan manusia mencintai dan menghormati manusia yang telah diutus oleh Allah secara langsung.
            Sedangkan kasih sayang merupakan perasaan sayang, perasaan cinta atau persaan suka terhadap seseorang, juga merupakan dasar dari komunikasi dan pondasi komunikasi hubungan darah berkeluarga. Kasih sayang orang tua dan anak juga memiliki beberapa tipe dimana ditinjau dari ke-aktif atau pasifnya hubungan orang tua dan anaknya. Aktif-pasif menunjukan orang tua yang peduli terhadap anaknya namun si anak bersikap pasif dan tidak ada timbal balik ke orang tuanya, pasif-aktif adalah dimana orang tua tidak mengurus anaknya secara utuh tetapi sang anak sangat memperdulikan orang tuanya dengan rasa kasih sayang, yang terburuk adalah tipe pasif-pasif dimana antara orang tua dan anak sama-sama seperti tidak ada hubungan dan tidak peduli tanpa kasih sayang, dan yang terbaik adalah hubungan aktif-aktif yang menunjukan kasih sayang bertimbal balik antara orang tua kepada anaknya yang menjadikan dasar dari keharmonisan keluarga yang kuat.

tey

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 comments:

Post a Comment